MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur sumber daya yang dimiliki oleh individu dapat digunakan secara maksimal sehingga tujuan (goal) menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. (Wikipedia)

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.


Peran, fungsi, Tugas & Tanggung Jawab MSDM

Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection


FUNGSI MANAJEMEN SDM (HRM)

PERENCANAAN SDM (HR PLANNING)

REKRUTASI DAN SELEKSI

EMPLOYEE MOTIVATION

EMPLOYEE EVALUATION

EMPLOYEE EDUCATION, TRAINING AND DEVELOPMENT

PROVISION OF EMPLOYEE SERVICES

HUBUNGAN INDUSTRIAL


TUJUAN MANAJEMEN SDM (HRM)

Meningkatkan kontribusi produktif pegawai kepada perusahaan, dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan secara strategik, etika maupun sosial


PERAN UNIT KERJA PENGELOLA SDM (HRD)

Unit Kerja Pengelola SDM bertanggung jawab untuk menciptakan iklim kerja yang produktif dengan mengupayakan peningkatan kualitas ‘work life’ organisasi melalui aktifitas-aktifitas dan saran-sarannya kepada unit-unit kerja lainnya


Konsep SDM

Merupakan unsur terpenting dalam seluruh proses administrasi  dan manajemen terlepas dalam organisasi apa proses tersebut berlangsung.

Merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen lain seperti modal, teknologi dan uang, sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain.

Pengelolaan SDM dalam organisasi menjadi suatu hal yang sangat penting, mengingat manusia mempunyai perasaan, pikiran, bisa malas, bisa rewel, tidak seperti mesin atau sumber daya lain yang dapat diatur sesuka hati pengaturnya.

Manajemen SDM merupakan program aktivitas untuk mendapatkan SDM, mengembangkan, memelihara, dan mendaya gunakannya  untuk mendukung organisasi mencapai tujuan.


Departemen SDM selama ini dipandang hanya bertanggung jawab atas outplacement, penanganan masalah hukum pekerja, menyimpan catatan-catatan pegawai, testing, kompensasi pekerja dan beberapa aspek dari kemudahan administrasi. Departemen SDM sudah semestinya dikolaborasikan dengan fungsi-fungsi lainnya dari perusahaan daslam mewawancarai karyawan, pengelolaan dan disiplin kinerja, dan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Banyak peranan-peranan dan tanggung jawab yang berbeda yang dapat dilakukan oleh departemen SDM tergantung pada ukuran dari perusahaan itu, karakteristik angkatan kerjanya, industri dan sistem nilai dari manajemen perusahaan. Departemen SDM mungkin saja mengambil seluruh tanggung jawab atas aktivitas-aktivitas sumber daya manusia, tetapi departemen SDM juga dapat berbagi peranan dan tanggung jawab dengan para manajer dari departemen-departemen lainnnya seperti divisi keuangan, divisi operasi, atau divisi teknologi informasi.


Kompetensi yang harus dimiliki oleh Profesional MSDM?

Kompetensi-kompetensi yang diperlukan oleh para profesional MSDM meliputi kemampuan untuk mempertimbangkan tujuan-tujuan bisnis sekarang dan masa depan dan bagaimana MSDM dapat memberikan sumbangsih, seperti halnya kemampuan untuk menganlisa perubahan, retensi, produktivitas dan masalah-masalah pelayanan pelanggan untuk memberikan rekomendasi atas solusi-solusi MSDM yang potensial.

Kompetensi tersebut juga meliputi kemampuan untuk mengatasi tantangan atas kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur MSDM yang baru, teknologi dan rancangan pekerjaan; pendampingan dan konseling karyawan dan mewakili pandangan-pandangan karyawan kepada manajemen; dan merancang serta menerapkan sistem MSDM yang efektif dan memahami bagaimana teknologi dapat membuat sistem MSDM yang lebih efisien dan berbiaya murah.



Sustainability dipandang sebagai salah satu aspek dari tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan dengan dampak dari bisnis terhadap lingkungan.

 Sustainability mengacu pada kemampuan dari perusahaan untuk bertahan dan berhasil dalam dinamika lingkungan yang kompetitif.

Sustainability juga meliputi kemampuan untuk mengatasi perubahan-perubahan sosial dan ekonomi, terlibat dalam praktek bisnis yang bertanggung jawab dan beretika, memberikan produk dan layanan yang berkualitas tinggi, dan menerapkan metode secara benar untuk menentukan apakah perusahaan memenuhi permintaan dari para stakeholder-nya.


Perusahaan-perusahaan mengakui bahwa untuk bertahan mereka harus berkompetisi dalam pasar internasional. Setiap bisnis harus mempersiapkan dirinya terhadap perekonomian global. Dan ekspansi bisnis secara global semakin dipermudah dengan kemajuan teknologi.

Globalisasi telah mempengaruhi tidak hanya bisnis dengan skala operasi internasional. Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki operasi di tingkat internasional pun mungkin pula harus membeli atau menggunakan barang-barang yang diproduksi di luar negeri, mempekerjakan karyawan dengan latar belakang yang beragam, atau berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan yang dimiliki pihak asing yang bermarkas di Amerika Serikat. Agar berhasil dalam menghadapi tantangan pemasaran global bagi seluruh kepentingan bisnis adalah dengan memahami perbedaan-perbedaan budaya dan berinvestasi dalam sumber daya manusia.


Teknologi telah membentuk kembali dalam cara dimana kita melakukan kegiatan, seperti komunikasi (co. HP), mengatur rencana (co. kalender elektronik yang meliputis akses internet), dan dimana kita bekerja (co. portable PC). Internet telah menciptakan suatu model bisnis baru ---- melalui e-commerce, dimana transaksi bisnis dan hubungan-hubungan dapat dilakukan secara elektronik.


Tantangan-Tantangan Kompetitif melalui Praktek-Praktek MSDM

Praktek-praktek MSDM yang membantu perusahaan-perusahaan dalam menghadapi tantangan-tantangan kompetitif dapat dikelompokkan dalam empat dimensi yang meliputi:

Dimensi 1: Mengelola Lingkungan MSDM

Dimensi 2: Mempersyaratkan dan Mempersiapkan MSDM

Dimensi 3: Penilaian dan Pengembangan SDM

Dimensi 4: Mengkompensasikan SDM


KONSEP

Manajemen strategik berkaitan erat dengan formulasi dan implementasi strategik di dalam organisasi.

  Manajemen strategik merupakan rangkaian dua perkataan terdiri dari kata “Manajemen” dan “Strategik” yang masing-masing  memiliki pengertian tersendiri yang sudah dirangkaikan menjadi satu terminologi berubah dengan memiliki pengertian tersendiri pula.

 PENGERTIAN STRATEGIK

  Seni perang, khususnya perencanaan gerakan pasukan, kapal dan sebagainya menuju posisi yang layak, rencana tindakan atau kebijakan dalam bisnis atau politik dan sebagainya (Oxford Pocket Dictionary)

  Penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan (Alfred Chandler) ”.

  Kebijakan dan keputusan kunci yang digunakan oleh manajemen yang mempunyai  dampak besar pada kinerja keuangan. Kebijakan dan keputusan ini biasanya melibatkan komitmen sumber daya yang penting dan tidak dapat diganti dengan mudah. (Robert D. Bruzzel dan Bradley T. Gale)

  Pola sasaran, maksud atau tujuan dan kebijakan serta rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu, yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut dan yang akan dianut oleh perusahaan, dan jenis atau akan menjadi jenis apa perusahaan ini (Knneth Andrew).  


 PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIK

  Proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai dengan penetapan cara melaksanaksannya, yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan (Nawawi).

  Suatu usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan.

  Arus keputusan dan tindakan yang mengarah kepada pengembangan  suatu strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organisasi.

  Perencanaan berskala besar (yang disebut perencanaan strategik) yang berorientasi  pada jangkauan masa depan yang jauh (yang disebut  VISI) dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsip).  


Tujuan dari manajemen strategik adalah untuk membantu organisasi untuk mengelola dengan lebih baik pengaruh-pengaruh lingkungan dari yang dilakukan kompetitor-kompetitornya, dan untuk menjamin keberhasilan jangka panjang dari organisasi.

Dalam merencanakan manajemen strategik, diperlukan 2 fase :

Formulasi strategi, yaitu proses dalam menentukan arahan strategi apa yang harus dilakukan sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan, dan melihat bagaimana kesempatan di luar dan apa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Implementasi strategi, yaitu proses penentuan struktur dan pengalokasian sumber daya untuk mendukung strategi yang telah dibuat oleh perusahaan.


 Komponen dalam formulasi strategi

Misi apa yang dibawa perusahaan (pelayanan yang diberikan kepada konsumen dan teknologi yang digunakan).

Tujuan perusahaan (harapan dimasa yang akan datang & aktualisasi dari misi perusahaan).

Analisa eksternal (kesempatan dan ancaman di lingkungan perusahaan).

Analisa internal (kekuatan dan kelemahan perusahaan).

Penentuan strategi.


variabel penting dalam implementasi strategi

Struktur organisasi / perusahaan

Penentuan tugas kerja

Seleksi

Pelatihan

Pengembangan karyawan: (sistem bonus dan sistem informasi)


Macam-macam strategi :

Strategi pertumbuhan eksternal, yaitu mendekati rekanan dan supplier atau membeli bisnis yang sesuai dengan perusahaan untuk mengembangkan pasar yang baru.

Strategi konsentrasi, yaitu fokus dalam meningkatkan pasar, meminimalisasi biaya, dan memaintain pasar untuk suatu produk dan pelayanan yang telah berjalan.

Strategi pertumbuhan internal, yaitu fokus dalam pasar yang baru dan pengembangan produk, inovasi dan joint venture.


KESIMPULAN

Peranan dan aktivitas fungsi sumberdaya manusia perusahaan yang memberikan efektivitas terhadap manajemen SDM memberikan kontribusi yang besar atas strategi bisnis dan keunggulan kompetitif perusahaan.

SDM memiliki tiga jaringan produk yaitu pelayanan administratif, pelayanan mitra bisnis, dan pelayanan strategis.

 Agar berhasil dalam mengelola SDM, setiap individu memerlukan pribadi yang mumpuni, pengetahuan bisnis, pemahaman tentang strategi bisnis, pengetahuan akan teknologi, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan SDM.

Praktek MSDM didasarkan pada data yang menampilkan hubungan antara praktik dan hasil-hasil bisnis terhadap para pemangku kepentingan (konsumen, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat)’

Pendekatan strategik terhadap manajemen SDM berusaha untuk memberikan secara proaktif suatu keunggulan kompetitif melalui aset perusahaan yang paling penting, yaitu: sumberdaya manusianya.